Smart Clever

5 Konglomerat Asal Australia Yang Gemar Berjudi

Bukan rahasia umum lagi jika warga Australia suka berjudi. Disaat sebagian besar orang diluar sana kehilangan uangnya pada hobi yang terkenal ini setiap tahunnya, ternyata ada beberapa orang yang berhasil mendapatkan jumlah uang yang besar dari sini. Kita berbicara dalam skala besar. Beberapa penjudi sukses berhutang budi pada keberuntungannya karena bermain dengan cermat, sementara kesuksesan penjudi lainnya adalah sesuatu yang bisa kita katakan sebagai “keberuntungan semata”.

Lantas, siapakah konglomerat asal Australia yang gemar berjudi? Beberapa diantaranya memiliki kisah unik tentang bagaimana mereka bisa menang dalam jumlah besar. Anda dapat membaca 5 kisah konglomerat asal Australia yang gemar berjudi dibawah ini; serta bagaimana mereka mendapatkan – atau memenangkan perjudian – dan menjadi sejarah.

  1. Kerry Packer

Kerry Packer melangkahkan kakinya ke dunia perjudian setelah ia mendapatkan warisan dari ayahnya. Ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1970-an, dia mendapatkan aset sebesar US$ 100 juta – termasuk investasi dari dunia pertelevisian dan kasino yang dibuat diluar peraturan pemerintah.

Pada tahun 1990-an, Packer mengalami sejumlah nasib buruk dan menderita kekalahan sebesar US$ 28 juta dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Namun, sebenarnya ia adalah petaruh balap kuda dan kriket yang piawai. Peruntungan yang baik berhasil ditemukannya saat Packer menginap di MGM Grand Casino selama 1 minggu, dimana ia membawa pulang uang tunai lebih dari US$ 33 juta yang didapatnya dari berbagai permainan kartu dan mesin slot. Dia juga dikenal karena pernah memenangkan 22 tangan di permainan Baccarat hanya dalam waktu 20 menit, dimana masing-masing tangannya bernilai US$ 115.000 dan juga video poker. Kemenangan ini didapakan pada program tangkasnet apps yang didapat dimainkan di windows dan andorid saat ini.

Kerry Packer dikenal pemain yang berani mengambil resiko didalam perjudian dan bisnis. Dia beruntung karena resiko yang diambil umumnya berakhir dengan imbalan yang bagus. Salah satu resiko terbesarnya adalah menjual bisnis ayahnya dan menjadi penghasil uang terbesar baginya, Nine Network pada tahun 1987. Hal ini pastinya dianggap sebagai momen yang sangat tepat karena pria yang membelinya tidak bisa mengelolanya dengan baik, seperti yang dipikirkan oleh Packer. Hanya dalam kurun 3 tahun setelah ia menjual bisnisnya, dia membelinya kembali senilai seperempat dari harga yang dijualnya, lalu menginvestasikannya keuntungannya tersebut serta menuai keuntungan besar senilai 25% dari sahamnya yang ada di Foxtel Pay TV Consortium.

Kerry Packer menghembuskan nafas terakhirnya saat berusia 68 tahun pada Desember 2005. Pada saat itu, kekayaan bersihnya senilai US$ 6,5 miliar. James Packer – putra dari Kerry, digadang sebagai salah satu konglomerat sekaligus pemilik kasino terkenal sekarang ini.

  1. Zeljko Ranogajec

Zeljko Ranogajec adalah petaruh pacuan kuda yang piawai, namun ia sangat tertutup tentang kemenangannya. Semua penjudi sepakat mengangkatnya sebagai petaruh pacuan kuda terbesar di dunia, dimana perputaran taruhan secara keseluruhan diprediksi mencapai lebih dari US$ 1 miliar pertahun.

Ranogajec dilahirkan didalam keluarga asal Kroasia yang telah berimigrasi ke Australia. Saat ia menuntut ilmu di Commerce & Law di University of Tasmania, dia mulai bekerja di Wrest Point Casino dengan menguasai trik “penghitungan kartu” di meja Blackjack. Dia akhirnya memutuskan untuk berhenti dari sekolah guna mengejar keuntungan didalam dunia perjudian, dan ia kerja kerasnya terbayarkan.

Ranogajec tak hanya seorang petaruh pacuan kuda yang piawai, yang dikabarkan ia pernah bertaruh pada permainan favoritnya di tanah Jepang, Hong Kong, Inggris, Selandia Baru, dan Amerika Serikat; ia juga merupakan seorang pemain Blackjack professional dan dianggap sebagai salah satu pemain Blackjack paling inovatif di sejarah perjudian modern. Dia dikenal karena mulai bermain dengan modal beberapa ratus dolar dan dapat membawa pulang keuntungan senilai jutaan dolar. Dia telah mendapatkan uang dalam jumlah banyak yang sebagian besar diperolehnya dari kasino-kasino ternama di Australia – yang telah melarangnya main, termasuk Gold Coast, Jupiters dan Wrest Point. Dia bahkan dilarang untuk menginjakkan kakinya di kasino-kasino Amerika Serikat menyusul kepindahannya ke luar negeri. Ranogajec dilantik ke Hall of Fame Blackjack di tahun 2011.

Kemenangan besar Zeljko Ranogajec lainnya yaitu mendapatkan US$ 7,5 juta dari jackpot Keno di New South Wales pada tahun 1994.

  1. Lloyd Williams

Lloyd Williams merupakan seorang konglomerat, pebisnis dan penjudi terkenal asal Australia. Dia berhasil membangun relasi yang baik dengan Kerry Packer dan merupakan pemilik dari Resor Crown Casino & Entertainment yang populer di Melbourne. Kasino yang didirikannya di tahun 1994 sukses menjadi kasino terpopuler tak hanya di Melbourne, melainkan juga di Australia dan digadang-gadang sebagai salah satu kasino terbesar di dunia.

Di tahun 1999, Williams menjual sebagian besar minatnya kepada keluarga Packer, termasuk bisnis Publishing & Broadcasting Limited miliknya. Dia kemudian menjadi co-eksekutor dari estate Kerry packer bersama David Gonski setelah kematian Packer.

Tak hanya bergelimpangan bisnis yang sukses dan berhasil membangun hubungan pertemanan yang dekat dengan keluarga Packer, Lloyd Williams ternyata merupakan salah satu pemilik kuda pacuan terbesar di Australia. Dia mendulang popularitasnya karena memenangkan Melbourne Cup yang prestisius dalam empat kesempatan yang berbeda, membuatnya menjadi pemecah rekor karena ia menjadi salah satu dari empat pemilik teratas di dunia yang berhasil memenangkan perlombaan tersebut sebanyak 4 kali.

Pada tahun 2012, kekayaan bersih Lloyd Williams dikabarkan senilai US$ 670 juta oleh Forbes Asia.

  1. Alan Woods

Mungkin hanya sedikit pembaca yang mengenal nama Alan Woods di dunia perjudian. Faktanya, Woods dikenal sebagai penjudi terkenal di Australia, tak hanya itu, ia bahkan digadang-gadang sebagai salah satu penjudi terkenal di dunia. Dia meninggal di Hong Kong pada tahun 2008 dan digadang-gadang sebagai salah satu dari tiga penjudi ternama di seluruh dunia, dan masih dianggap hingga hari ini.

Woods melangkahkan kakinya ke dunia perjudian dengan memainkan Blackjack di kasino di wilayah New South Wales. Dia adalah seorang matematikawan yang piawai dan mengasah keterampilannya untuk melangkah maju ke dunia perjudian. Di tahun 1980-an, ia mencoba peruntungannya ke Hong Kong bersama teman dekatnya, Bill Benter. Mereka membangun sindikat perjudian dan menggeluti dunia taruhan pacuan kuda. Mereka lantas menganggap industri ini sebagai pundi-pundi keuangannya dan menjadi salah satu sindikat paling sukses dalam sejarah pacuan kuda.

Semua keberhasilan Woods dan Bill adalah berkat kemampuan mereka dalam bidang matematika, yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan program komputerisasi yang inovatif dimana menggunakan sebuah formula untuk memilih pemenang lomba berdasarkan bentuk, trek, cuaca dan sejumlah variabel lainnya. Woods melihat pacuan ini seperti dirinya memandang hal lain didalam kehidupan – seperti halnya persamaan lain didalam hidup yang wajib dipecahkan. Kedua duo ini berpisah pada tahun 1987, namun sindikat perjudiannya terus dijalankan dan menuai kesuksesan di Hong Kong – bahkan saat Woods berada di Manila.

Kekayaan bersih Alan Woods diperkirakan mencapai US$ 670 juta.

  1. David Walsh

Saat popularitas David Walsh menanjak dikarenakan ia adalah pemilik dari Museum of Old and New Art (MONA), ia juga dikenal sebagai seorang penjudi professional yang mendapatkan kekayaannya melalui industri ini. Sebelum terjun ke dunia seni, ia kuliah di Universitas Tasmania, dimana ia mengambil jurusan ilmu komputer dan matematika – sebuah langkah yang akan mengubah hidupnya. Berkat ilmu yang didapat dari kuliahnya, ia dapat mengembangkan sistem perjudiannya sendiri dengan mempertaruhkan uangnya pada judi pacuan kuda dan berbagai taruhan olahraga lainnya.

Koran lokal di Australia telah menuliskan sosok Walsh sebagai otak dari sindikat perjudian terbesar di dunia. Sindikat ini dibentukdan diisi 17 orang yang dikenal dengan nama Bank Roll. Otak sindikat lainnya yakni Zeljko Ranogajec (yang sudah dibahas di poin 2).

Ranogajec dan Walsh bertemu secara tak sengaja di kasino pertama (legal) di Australia, yang dibuka 6 tahun sebelum Walsh mulai kuliah di Universitas Tasmania. Walsh akan pergi ke kasino untuk bersenang-senang, mencoba trik perhitungan dan memenangkan sedikit uang, namun sedikit yang diketahui bahwa Walsh adalah salah satu pemain yang serius dalam meningkatkan keterampilannya. Kebiasaan ini terus ia geluti hingga bertemu dengan Ranogajec, yang berteman dengannya karena ia melihat adanya potensi dan trik perhitungan Walsh yang mengagumkan didalam dunia perjudian.

Setelah menerima serangkaian nasib yang buruk saat bertamu di Las Vegas, Walsh dan Ranogajec mendarat lagi ke Australia, disini Walsh mulai mencatatkan pemograman komputernya untuk permainan pacuan kuda. Pada tahun 1987, mereka mencoba bersama untuk pertama kali dan berhasil menang. Secara rutin, mereka mengembangkan program ini dan memenangkan uang. Dan di tahun 1995, hobi Walsh mulai pindah ke dunia seni, serta ia mengalokasikan semua kemenangannya ke dalam koleksi seni dan mendirikan sebuah museum. Pada tahun 2008, ia meminjam US$ 80 juta dari Ranogajec untuk mengerjakan proyek terbesarnya, MONA, yang dibuka pada tahun 2011. Sejak saat itu, ia mengalami masalah pajak dengan ATO, namun semuanya telah selesai dan museumnya sukses besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *